berita properti - berita terkini - berita menarik – toprumah.com - jual beli rumah tanah ruko - pasang iklan gratis Your SEO optimized title

    Share ke Teman

RUMAH BELUM JADI PRIORITAS PEMBELI USIA 24-30 TAHUN

Rumah Belum Jadi Prioritas Pembeli Usia 24-30 Tahun

Toprumah.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari 20,9 juta penduduk Indonesia berusia 24-29 tahun hanya 4,5 juta yang sudah memiliki rumah.

Karena itu ada sekitar 16,4 juta potensi pasar usia 24-29 tahun yang saat ini belum tergarap dan mesti menjadi perhatian para pengembang.

Baca: 21,62 Persen Pembeli Rumah di Bawah Usia 30 Tahun

Situs properti rumah123.com kemudian mengadakan survei kepada 300 orang dengan rentang umur tersebut untuk mencari alasan kenapa masih banyak yang belum membeli rumah atau apartemen.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa dalam rentang umur tersebut ada dua jenis calon pembeli yakni seeker dan postponer.

"Para seeker ini mengungkapkan ada prioritas yang lebih penting sebanyak 52,94 persen dan belum sanggup serta belum siap punya cicilan KPR dalam waktu relatif panjang terbagi sama yakni 23,53 persen," Country Manager Rumah123.com Ignatius Untung, di Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Sedangkan untuk postponer, lanjut Ignatius adalah orang yang benar-benar merasa belum sanggup. Ini juga terbagi menjadi empat kategori.

Postponer yang mengaku belum merasa butuh rumah tercatat sebanyak 20,59 persen, belum merasa sanggup 33,82 persen, prioritas lain yang lebih dibutuhkan 29,41 persen, dan belum siap punya cicilan KPR dalam waktu relatif panjang sebesar 16,18 persen.

Kendati demikian, jika dilihat dari pengeluaran tetap, kurang dari 10 persen orang dengan rentang usia 24-30 tahun yang tidak sanggup.

Dari 300 orang yang disurvei, sebanyak 9,35 persen orang mengeluarkan pendapatannya setiap bulan sebesar 20 persen, 19,63 persen antara 20 hingga 30 persen, 34,58 persen mengaku mempunyai pengeluaran sebesar 30,1 persen sampai 50 persen.

Kemudian sekitar 27,1 persen menngungkapkan bahwa mereka melakukan pengeluaran atas pendapatannya setiap bulan sebesar 50,1 persen hingga 75 persen.

Selanjutnuya, sebanyak 7,48 persen mengaku menghabiskan pendapatannya di atas 75 persen tetapi masih di bawah 100 persen dan terakhir, 1,87 persen membuat pengeluaran 100 persen atau lebih.(kompas)

Back to top